SOAL
1. Identifikasilah:
a) ciri-ciri guru yang baik;
b) ciri-ciri guru yang hebat.
2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi
1. Identifikasilah:
a) ciri-ciri guru yang baik;
b) ciri-ciri guru yang hebat.
2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi
"guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"?
Mengapa
demikian? Tulislah minimal tiga
alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
3. Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini?
Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu?
Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
JAWABAN
1. a). Ciri-ciri Guru yang Baik
·
Selalu punya energi untuk siswanya, seorang
guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi
dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
·
Punya tujuan jelas untuk Pelajaran, seorang
guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja
untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
·
Punya keterampilan mendisiplinkan yang
efektif, seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin
yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di
dalam kelas.
·
Punya keterampilan manajemen kelas yang
baik, seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas
yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan
bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada
seluruh komponen didalam kelas.
·
Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang
Tua, seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan
orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang
terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka
membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat,
email dan sekarang, twitter.
·
Punya harapan yang tinggi pada siswanya,
seorang
guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua
siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
·
Pengetahuan tentang Kurikulum, seorang
guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan
standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan
pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
·
Pengetahuan tentang subyek yang
diajarkan, hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang
diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan
antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab
pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama
dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
·
Selalu memberikan yang terbaik
untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik
bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi
siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang
mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya
sudah beranjak dewasa.
·
Punya hubungan yang berkualitas dengan
Siswa, seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat
dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat
dipercaya.
b). Ciri-ciri guru yang hebat.
·
Ucapan dan
intonasinya jelas dan mudah dipahami. Siswa langsung menyerap makna dari ucapan
guru tanpa harus berpikir lama dan berputar-putar. Ucapan guru tersistem,
mantap, dan berterima dengan kejiwaan siswa.
·
Bobot
keilmuannya sangat dalam dan luas. Sehari-hari, guru hebat mengikuti
perkembangan zaman untuk memupuk keluasan keilmuannya. Tren zaman dapat cepat
dimaknai oleh guru lalu diolah dengan bahasa guru untuk disajikan ke siswanya.
·
Orangnya
lugas dan sederhana. Karena yang dihadapi adalah siswa bukan orang dewasa, guru
hebat selalu menyampaikan keilmuannya dengan lugas dan mudah diterima siswanya.
·
Bersahabat
dan peduli. Guru biasa selalu mengambil jarak dengan siswa karena menurutnya
wibawa guru akan terbangun. Namun, tidak untuk guru hebat. Guru hebat
bersahabat dengan siswanya sehingga terbangun kedekatan yang akan mempermudah
berkomunikasi. Wibawa justru dibangun dari persahabatan antara siswa dengan
guru.
·
Kaya metode
dan media. Guru hebat teramat paham kalau siswa itu mudah jenuh, dinamis, dan
kreatif. Menurutnya, mengajar harus menyenangkan, dinamis, dan kreatif. Jalan
yang harus ditempuh adalah menerapkan pembelajaran dengan multimetode dan
multimedia yang sesuai dengan keinginan siswa.
2. Jika
saya diwajibkan untuk memilih, saya memilih guru yang hebat karena :
·
Seorang guru yang hebat adalah guru yang
mampu memberikan inspirasi untuk siswa berkembang dengan kreatif dan motifatif,
serta mampu membawa siswa agar tidak jenuh dalam menerima pelajaran dan bisa
mengembangkan suasana di dalam kelas supaya lebih kondusif dan menyenangkan.
·
Seorang guru yang hebat bisa bekerja
sama dengan muridnya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, dengan
cara bisa menjadi seorang teman, orang tua, bahkan menjadi lebih dekat dari
pada itu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
·
Seorang guru yang hebat adalah guru yang
dapat menjadikan siswa pintar secara kognitif, membangun kecerdasan efektifnya
dengan baikdan membentuk landasan
psikomotornya dengan baik.
·
Guru yang hebat adalah guru yang selalu
berpikir tentang kemajuan siswa, bekerja tanpa rasa leleh dengan ikhlas,
merindukan siswa dengan dunianya, dan menjadi panutan bagi siswanya.
3.
Profil ideal
guru bahasa Indonesia di era globalisasi
- Profil
ideal guru bahasa Indonesia di era globalisasi ini adalah sosok penampilan
guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa juang,
keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin,
profesionalisme, kerjasama dan belajar dengan berbagai disiplin, wawasan
masa depan, kepastian karir, dan kesejahteraan lahir batin. Dalam
penguasaan iptek disini seorang guru mampu memberikan conto atau teladan
bagi siswa dengan banyak menulis diacoun-acoun yang berupa karya tulis
akan dibaca oleh banyak orang dan dapat juga dimanfaatkan oleh orang lain
sebagai sumber bacaan. Pada era tersebut dalam melaksanakan profesinya,
guru dituntut lebih meningkatkan profesionalitasnya. Apabila tidak bisa
mengimbanginya tentu perkembangan jaman akan melindas dengan kejamnya.
·
Profil guru bahasa
Idonesia yang profesional di era globalisasi, yaitu;
1) memiliki kepribadi-an yang matang dan berkembang.
2) penguasaan ilmu yang kuat.
3) keterampilan untuk mem-bangkitkan peserta didik kepada
sains dan teknologi.
4) pengembangan profesi secara berkesinambungan.(Arifin).
Bahwa pemenuhan persyaratan guru
profesional akan mengubah peran guru yang semula sebagai orator yang verbalistis
menjadi berkekuatan dinamis dalam menciptakan suatu suasana dan lingkungan
belajar yang inovatif. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, guru memiliki
multi fungsi yaitu sebagai fasilitator, motivator, informator, komunikator,
transformator, change agent, inovator, konselor, evaluator, dan administrator.
Berdasarkan pendapat Semiawan tersebut tampak bahwa sikap profesionalisme guru
di era globalisasi merupakan kompetensi guru di era globalisasi. (Semiawan:1999).
4. Banyak manfaat yang dapat saya petik
dari penjelsan di atas antara lain:
·
Seorang guru
yang baik dan hebat dalam pendidikan harus mampu berperan sebagai pendidik,
pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu, model dan teladan pribadi,
peneliti, mendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pemindah
kemah, pembawa cerita, aktor,
emansipator, evaluator, penga-wet, dan kulminator. (Pullias dan Young, Manan,
Yelon dan Weinstein dalam Mulyadi (2005)).
·
Paradigma
baru pembelajaran pada era globalisasi memberikan tantangan yang besar bagi
guru untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya, dalam menguasai iptek dan
mampu menerapkan langsung pada siswanya.
·
Guru yang
profesional pada dasarnya ditentukan oleh attitutnya yang berarti pada tataran
kematangan yang mempersyaratkan keinginan dan kemampuan, baik secara
intelektual maupun kondisi fisik yang prima. Dengan demikian diperlukan alat
untuk melahirkan profil guru yang dibutuhkan pada era globalisasi. Alat ukur
tersebut adalah sertifikasi kompetensi guru melalui uji kompetensi yang
mencakup kepribadian, kemampuan mengajar, dan keterampilan mengajar. Uji
kompetensi guru ini perlu dilakukan secara kontinu untuk mengetahui
perkembangan profesionalisme guru. Dengan demikian hasil uji kompetensi guru
tersebut dapat digunakan setiap saat, baik untuk kenaikan jabatan, penempatan,
maupun pemberian penghargaan bagi guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar