RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH : SMK Nur Madinah
MATA
PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS : XI
SEMESTER : I
I.
STANDAR
KOMPETENSI :
Menulis
Berkomunikasi
dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia
II.
KOMPETENSI DASAR
Memahami perintah kerja tertulis
III.
INDIKATOR :
·
Mengenali informasi yang
berkaitan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja
·
Merencanakan tindak lanjut
perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari
perintah kerja tertulis
·
Membuat bagan/ prosedur kerja
berdasarkan perintah kerja tertulis
·
Mengonfirmasikan rencana
kegiatan yang akan dilakukan (secar lisan/tulisan) kepada pemberi perintah
IV.
TUJUAN
PEMBELAJARAN :
·
Siswa mampu mengenali
informasi yang berkaitan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja
·
Siswa mampu merencanakan
tindak lanjut perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca
informasi dari perintah kerja tertulis
·
Siswa mampu membuat bagan/
prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis
·
Siswa mampu mengonfirmasikan
rencana kegiatan yang akan dilakukan (secar lisan/tulisan) kepada pemberi
perintah
V.
MATERI PEMBELAJARAN
· Teks Perintah Kerja Tertulis (Surat Edaran, Pengumuman, Memo,
Disposisi, Buku Manual Kerja)
· Informasi mengenai kebiasaan peraturan atau budaya kerja yang
berlaku di tempat bekerja
· Kiat menyikapi perintah kerja yang maksudnya sama tetapi
dirumuskan dalam bentuk dan redaksi yang berbeda
Dalam dunia kerja terdapat
aneka bentuk perintah yang harus dijalankan dan aneka macam aturan yang harus dipatuhi. Di dunia kerja
terdapat aturan-aturan yang mengatur tentang ketenagakerjaan, seperti aturan
rekruitmen pegawai, sistem penggajian, sistem kenaikan pangkat, mutasi, dsb.
Dalam proses produksi, perusahaan juga menetapkan prosedur-prosedur yang harus
diikuti, seperti pengoperasian mesin produksi, pengendali kualitas, termasuk
sistem pengoperasiannya. Dalam bidang pemasaran,
perusahaan juga memiliki kebijakan yang harus dijalankan dan dipatuhi oleh
pihak-pihak yang terkait.
Aturan dan petunjuk di semua aspek kehidupan memang harus ada. Aturan dan petunjuk itu tidak lain juga merupakan perintah yang harus dijalankan oleh pihak-pihak yang terkait dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tanpa aturan dan petunjuk untuk dijalankan sebagai pedoman, tujuan bersama tidak akan terwujud.
Agar dapat menjalankan aturan, petunjuk atau perintah dengan baik:
Tahap pertama à kita harus benar-benar memahami aturan, petunjuk atau perintah tersebut dengan pemahaman :
- Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenan dengan aturan, petunjuk, atau perintah tersebut.
- Dapat merumuskan kembali secara verbal (dengan kata-kata) dan atau nonverbal (dengan tabel/bagan/skema prosedur kerja).
Tahap Kedua à kita harus merencanakan tindak lanjutnya. Dalam hal ini kita merencanakan apa yang akan kita perbuat untuk menjalankan aturan, petunjuk atau perintah tersebut.
Tahap Ketiga à selanjutnya rencana kerja yang sudah kita buat, perlu kita konfirmasikan kepada atasan untuk mengetahui tepat tidaknya apa yang akan kita lakukan.
Contoh surat yang berisi perintah kerja:
1. Surat perintah
2. Surat Edaran
3. Pengumuman
4. Memo
5. Disposisi
6. Manual
Aturan dan petunjuk di semua aspek kehidupan memang harus ada. Aturan dan petunjuk itu tidak lain juga merupakan perintah yang harus dijalankan oleh pihak-pihak yang terkait dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tanpa aturan dan petunjuk untuk dijalankan sebagai pedoman, tujuan bersama tidak akan terwujud.
Agar dapat menjalankan aturan, petunjuk atau perintah dengan baik:
Tahap pertama à kita harus benar-benar memahami aturan, petunjuk atau perintah tersebut dengan pemahaman :
- Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenan dengan aturan, petunjuk, atau perintah tersebut.
- Dapat merumuskan kembali secara verbal (dengan kata-kata) dan atau nonverbal (dengan tabel/bagan/skema prosedur kerja).
Tahap Kedua à kita harus merencanakan tindak lanjutnya. Dalam hal ini kita merencanakan apa yang akan kita perbuat untuk menjalankan aturan, petunjuk atau perintah tersebut.
Tahap Ketiga à selanjutnya rencana kerja yang sudah kita buat, perlu kita konfirmasikan kepada atasan untuk mengetahui tepat tidaknya apa yang akan kita lakukan.
Contoh surat yang berisi perintah kerja:
1. Surat perintah
2. Surat Edaran
3. Pengumuman
4. Memo
5. Disposisi
6. Manual
·
Contoh disposisi :
Rahasia Penting Rutin
Rahasia Penting Rutin
·
No. Agenda : 102/SP/2007……. Tgl. Penyelesaian
Tanggal : 30 Maret 2007
Perihal : Penawaran Bahan Kain
Tanggal : 30 Maret 2007
Asal : PT Darma Tekstil
Instansi/Informasi: Diteruskan kepada:
1. Harap dipelajari 1. Bagian gudang
2. Tanyakan bagian pengadaan barang 2. Biro Umum
3. Jika perlu segera pesan 3. Bagian Keuangan
Tanggal : 30 Maret 2007
Perihal : Penawaran Bahan Kain
Tanggal : 30 Maret 2007
Asal : PT Darma Tekstil
Instansi/Informasi: Diteruskan kepada:
1. Harap dipelajari 1. Bagian gudang
2. Tanyakan bagian pengadaan barang 2. Biro Umum
3. Jika perlu segera pesan 3. Bagian Keuangan
·
Jakarta, 30 Maret 2007
Pimpinan,
Pimpinan,
·
Suryadi, S. E.
·
Yang menerima perintah kerja harus
menindaklanjuti isi perintah kerja. Prosedur kerja meliputi:
a. Pengaturan pembagian tugas yang jelas dan tegas
b. Pengaturan hubungan kerja sama antarsatuan organisasi
c. Pengaturan tentang garis wewenang dan tanggung jawab
a. Pengaturan pembagian tugas yang jelas dan tegas
b. Pengaturan hubungan kerja sama antarsatuan organisasi
c. Pengaturan tentang garis wewenang dan tanggung jawab
VI.
LANGKAH-LANGKAH
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
|
No.
|
Kegiatan Belajar
|
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
|
|
1.
|
Kegiatan
Awal :
F Siswa menjawab
pertanyaan yang diberikan guru tentang pelajaran lalu “Perintah kerja lisan
dalam konteks bekerja”
F Siswa diberi
motivasi dengan cara diberikan contoh-contoh surat yang berisi perintah kerja
(memo, disposisi, manual, surat perintah, surat edaran dan pengumuman).
F Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang
diberikan oleh guru
|
Bersahabat/
komunikatif
|
|
2.
|
Kegiatan
Inti :
o
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Membaca perintah kerja tertulis
F Mengidentifikasi pokok perintah
o
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
F Merencanakan tindak lanjut perintah berdasarkan catatan yang
dibuat pada waktu membaca perintah kerja tertulis
F Membuat bagan/ prosedur kerja berdasarkan perintah kerja
tertulis
o
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Mengonfirmasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (secar
lisan/tulisan) kepada pemberi perintah
F Merevisi rencana kegiatan sesuai arahan dari pemberi perintah
|
Tanggung jawab
|
|
3.
|
Kegiatan
Akhir :
F Refleksi
F Guru
menyimpulkan pembelajaran hari ini.
F Penugasan.
|
Bersahabat/
komunikatif
|
VII.
ALOKASI
WAKTU :
4
x 45 menit
VIII.
SUMBER
BELAJAR/ALAT/BAHAN
·
Modul B. Ind. tkt. Madia
·
Lamudin Finoza. (2002).
Surat Menyurat Resmi Indonesia
·
Buku Manual Kerja
·
KBBI
·
Tim Depdiknas. Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan
IX.
METODE
PEMBELAJARAN :
·
Penugasan
·
Diskusi
·
Tanya Jawab
·
Unjukkerja
·
Ceramah
·
Demonstrasi
X.
PENILAIAN :
·
Jenis tes:
-
lisan
-
tulisan
-
perbuatan
·
Bentuk tes:
-
objektif
-
uraian
Bentuk Instrumen:
·
Uraian bebas
·
Pilihan ganda
Mengetahui
: ............................
Kepala SMK…… Guru
MP.
……………………….. …………………...
NIP./NIK……………..
NIP./NIK…………
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SEKOLAH : SMK Nur Madinah
MATA
PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS : XI
SEMESTER : 1
I.
STANDAR
KOMPETENSI :
Membaca
Berkomunikasi
dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Media
II.
KOMPETENSI DASAR
Membaca untuk memahami makna kata, bentuk kata, ungkapan,
dan kalimat dalam konteks bekerja
III.
INDIKATOR :
·
Mengelompokkan kata, bentuk
kata, ungkapan, dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata
·
Mendaftar kata-kata yang
berpotensi memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan
·
Mengidentifikasi kata
(termasuk bentuk kata baru), frasa, kalimat yang dipersoalkan kebenaran/
ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan paradigma atau analogi
·
Mengidentifikasi kata,
frasa, kalimat atau bentuk kata baru yang perlu dipersoalkan
kebenarannya/ketepatannya (diterima/ditolak) beradsarkan kaidah atau kelaziman
IV.
TUJUAN
PEMBELAJARAN :
·
Siswa mampu mengelompokkan kata, bentuk kata,
ungkapan, dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata.
·
Siswa mampu mendaftar kata-kata yang berpotensi
memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan.
·
Siswa mampu mengidentifikasi kata (termasuk
bentuk kata baru), frasa, kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya
(diterima/ditolak) berdasarkan paradigma/analogi.
·
Siswa mampu mengidentifikasi kata (termasuk
bentuk kata baru), frasa, kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya
(diterima/ditolak) berdasarkan kaidah atau kelaziman.
V.
MATERI PEMBELAJARAN
· Informasi mengenai hubungan antara makna kata, bentuk kata, dan
pemakaian kata dalam konteks bekerja
· Peran dan manfaat kamus dalm belajar bahasa dan dalam kehidupan
berbahasa dan bernegara
· Proses pembentukan kata baru
· Relasi makna (sinonim, dan antonim), ungkapan idiomatik, dan
bentuk kata
Kata-kata dalam bahasa
Indonesia dikelompokkan berdasarkan: kelas kata, bentuk kata dan makna kata.
1. Pengelompokan kata berdasarkan kelas kata:
(1) Kata kerja (verba), (2) Kata benda (nomina), (3) Kata sifat (adjektiva), dan (4) Kata keterangan (adverbia), dan (5) Kata tugas meliputi kata depan (preposisi), kata sambung (konjungsi), dan partikel.
1. Pengelompokan kata berdasarkan kelas kata:
(1) Kata kerja (verba), (2) Kata benda (nomina), (3) Kata sifat (adjektiva), dan (4) Kata keterangan (adverbia), dan (5) Kata tugas meliputi kata depan (preposisi), kata sambung (konjungsi), dan partikel.
2. Pengelompokan kata berdasarkan bentuk kata:
(1) Kata dasar, (2) Kata berimbuhan, (3) Kata ulang, dan (4) Kata majemuk.
Setiap kata yang menjadi dasar pembentukan kata baru (kata turunan) disebut kata dasar. Kata turunan yang diturunkan dari kata dasar bisa berupa:
- Kata berimbuhan (dibentuk dengan menambahkan imbuhan atau afiks ke kata dasarnya)
- Kata ulang (dibentuk dengan mengulang kata dasarnya).
- Kata majemuk (dibentuk dengan memadukan dua kata dasar atau lebih).
2. Pengelompokan berdasarkan makna kata:
(1) Makna leksikal (makna kata secara lepas/menurut kamus),
(2)Makna kontekstual (makna kata yang ditentukan oleh hubungannya dengan kata yang lain),
(3) Makna gramatikal/struktural lazim juga disebut nosi (makna setelah mendapatkan imbuhan/afiksasi),
(4) Makna denotatif (makna harfiah),
(5) Makna konotatif (makna kias/tautan).
(1) Kata dasar, (2) Kata berimbuhan, (3) Kata ulang, dan (4) Kata majemuk.
Setiap kata yang menjadi dasar pembentukan kata baru (kata turunan) disebut kata dasar. Kata turunan yang diturunkan dari kata dasar bisa berupa:
- Kata berimbuhan (dibentuk dengan menambahkan imbuhan atau afiks ke kata dasarnya)
- Kata ulang (dibentuk dengan mengulang kata dasarnya).
- Kata majemuk (dibentuk dengan memadukan dua kata dasar atau lebih).
2. Pengelompokan berdasarkan makna kata:
(1) Makna leksikal (makna kata secara lepas/menurut kamus),
(2)Makna kontekstual (makna kata yang ditentukan oleh hubungannya dengan kata yang lain),
(3) Makna gramatikal/struktural lazim juga disebut nosi (makna setelah mendapatkan imbuhan/afiksasi),
(4) Makna denotatif (makna harfiah),
(5) Makna konotatif (makna kias/tautan).
Dalam kaitannya dengan
penggunaan makna kata kita mengenal sinonim dan antonim. Sinonim mengacu ke
persamaan atau kemiripan makna, sedangkan antonim mengacu ke pertentangan atau
oposisi makna, bukan ingkaran (negasi) makna yang dinyatakan dengan kata tidak
atau bukan.
Dalam proses perkembangan bahasa Indonesia mengalami banyak penambahan kosakata. Penambahan kosakata ini disebabkan adanya proses asimilasi dan adaptasi dari kosakata asing. Selain itu juga karena hasil bentukan kata yang muncul berdasarkan paradigma dan proses analogi. Paradigma artinya mengikuti pola atau contoh yang sudah ada. Analogi artinya dengan membandingkan pola yang sudah ada.
Contoh pembentukan kata baru berdasarkan paradigma/analogi:
Dalam proses perkembangan bahasa Indonesia mengalami banyak penambahan kosakata. Penambahan kosakata ini disebabkan adanya proses asimilasi dan adaptasi dari kosakata asing. Selain itu juga karena hasil bentukan kata yang muncul berdasarkan paradigma dan proses analogi. Paradigma artinya mengikuti pola atau contoh yang sudah ada. Analogi artinya dengan membandingkan pola yang sudah ada.
Contoh pembentukan kata baru berdasarkan paradigma/analogi:
Jika proses di atas dikenakan pada kata lain dan
menghasilkan bentukan serta makna yang sama, maka proses pembentukan kata di
atas disebut pola pembentukan berdasarkan paradigma atau analogi.
Contoh pembentukan yang dipengaruhi oleh imbuhan asing, misalnya :
1. swa : swalayan, swaeseran, sembada.
2. –isasi : industrialisasi, modernisasi.
3. –al : industrial, kolonial.
4. –is : analisis, egois.
5. pasca : pascapanen, pascasarjana
Pergeseran makna, terjadi karena perkembangan ilmu, teknologi dan budaya masyarakat pemakainya. Pergeseran makan dapat bersifat: meluas, menyempit, konotasi positif/negatif, asosiasi dan pertukaran penginderaan.
A. Meluas, artinya cakupan makna kata sekarang lebih luas daripada makna duhulu.
Contoh: bapak, ibu, saudara, adik, kakak
B. Menyempit: Cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna dahulu.
Contoh: sarjana, sastra
C. Ameliorasi, pergeseran makna yang kini memiliki nilai rasa lebih baik atau lebih terhormat.
Contoh: pramuwisma, pramuniaga, tunaaksara, tunasusila, tunanetra, lebih terhormat bila dibanding, pembantu, pelayan toko, buta huruf, pelacur, dan buta.
D. Peyorasi, kebalikan dari ameliorasi, pergeseran makna kata yang terkesan kurang sopan atau kurang terhormat.
Contoh:- mantan pejabat bergeser menjadi bekas pejabat
- perempuan bergeser menjadi wanita
E. Sinestesia, pergeseran makna kata karena adanya penginderaan yang dipertukarkan.
Contoh: – Banyak orang yang tersinggung karena mendengar kata-katanya yang pedas.
- Kedatangan artis ibukota mendapat sambutan dingin dari penonton.
Contoh pembentukan yang dipengaruhi oleh imbuhan asing, misalnya :
1. swa : swalayan, swaeseran, sembada.
2. –isasi : industrialisasi, modernisasi.
3. –al : industrial, kolonial.
4. –is : analisis, egois.
5. pasca : pascapanen, pascasarjana
Pergeseran makna, terjadi karena perkembangan ilmu, teknologi dan budaya masyarakat pemakainya. Pergeseran makan dapat bersifat: meluas, menyempit, konotasi positif/negatif, asosiasi dan pertukaran penginderaan.
A. Meluas, artinya cakupan makna kata sekarang lebih luas daripada makna duhulu.
Contoh: bapak, ibu, saudara, adik, kakak
B. Menyempit: Cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna dahulu.
Contoh: sarjana, sastra
C. Ameliorasi, pergeseran makna yang kini memiliki nilai rasa lebih baik atau lebih terhormat.
Contoh: pramuwisma, pramuniaga, tunaaksara, tunasusila, tunanetra, lebih terhormat bila dibanding, pembantu, pelayan toko, buta huruf, pelacur, dan buta.
D. Peyorasi, kebalikan dari ameliorasi, pergeseran makna kata yang terkesan kurang sopan atau kurang terhormat.
Contoh:- mantan pejabat bergeser menjadi bekas pejabat
- perempuan bergeser menjadi wanita
E. Sinestesia, pergeseran makna kata karena adanya penginderaan yang dipertukarkan.
Contoh: – Banyak orang yang tersinggung karena mendengar kata-katanya yang pedas.
- Kedatangan artis ibukota mendapat sambutan dingin dari penonton.
VI.
LANGKAH-LANGKAH
KEGIATAN PEMBELAJARAN :
|
No.
|
Kegiatan Belajar
|
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
|
|
1.
|
Kegiatan
Awal :
F Siswa
mendengarkan penjelasan guru mengulang pelajaran lalu dengan aktif menjawab
pertanyaan yang disampaikan guru.
|
Bersahabat/
komunikatif
|
|
2.
|
Kegiatan
Inti :
o Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Membaca teks yang bertemakan “lingkungan kerja”
F Mengelompokkan kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat
berdasarkan kelas kata dan makna kata
o Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
F Mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonim dan antonim
dalam teks bacaan
o Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
F Mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru), frasa,
kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ ketepatannya (diterima/ditolak)
berdasarkan paradigma atau analogi.
F Mengidentifikasi kata, frasa, kalimat atau bentuk kata baru yang
perlu dipersoalkan kebenarannya/ketepatannya (diterima/ditolak) beradsarkan
kaidah atau kelaziman
|
Tanggung jawab
|
|
3.
|
Kegiatan
Akhir :
-
Refleksi
-
Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
-
Penugasan.
|
Bersahabat/
komunikatif
|
VII.
ALOKASI
WAKTU :
4x
45 menit
VIII.
SUMBER
BELAJAR/ALAT/BAHAN
· KBBI
· Kamus Idiom, Kamus Sinonim-Antonim
· Karya Sastra dalam bentuk yang beragam
· Surat Kabar/Majalah
· Lirik Lagu
· Tarigan,H.G. (1985). Pengajaran Semantik.
IX.
METODE
PEMBELAJARAN :
·
Penugasan
·
Diskusi
·
Tanya Jawab
·
Unjukkerja
·
Demonstrasi
X.
PENILAIAN :
·
Jenis tes:
-
lisan
-
tulisan
-
perbuatan
·
Bentuk tes:
-
objektif
-
uraian
Bentuk Instrumen:
·
Uraian bebas
·
Pilihan ganda
Mengetahui
: ............................
Kepala SMK…… Guru
MP.
……………………….. …………………...
NIP./NIK……………..
NIP./NIK…………
Wynn Hotel and Casino - MapYRO
BalasHapusView real-time driving directions to Wynn Hotel 양주 출장마사지 and Casino, 111 N Main 세종특별자치 출장샵 St, Las Vegas, based on live traffic updates and road 김포 출장샵 conditions – 나주 출장마사지 from 경산 출장마사지