Rabu, 04 Juli 2012

kajian Intrinsik cerpen Dodolitdodolitdodolibret


“DODOLITDODOLITDODOLIBRET”

Cerpen ini menceritakan seorang lelaki bernama Kiplik yang merasa yakin telah menguasai dan mengamalkan “cara berdoa yang benar”. Menurut hasil pengamatan Kiplik banyak sekali orang yang berdoa dengan tidak benar, padahal jika kata-kata dalam sebuah doa yang diucapkan salah, maka bukan saja menghasilkan makna yang berbeda, tetapi malah bisa bertentangan. Dalam keyakinan Kiplik, “cara berdoa yang benar” itu haruslah sempurna, yakni kata-katanya tidak keliru, gerakannya tepat, waktunya terukur, perhatiannya terpusat, dilandasi kepercayaan yang mendalam dan tak tergoyahkan, seolah-olah sedang melakukan sesuatu yang benar, sangat benar, bagaikan tiada lagi yang akan lebih benar. Dengan kebenaran cara berdoa yang dipraktikkan Kiplik dalam kehidupannya, ia mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara.
Kebahagiaan yang diperolehnya membuat Kiplik merasa mendapatkan suatu kekayaan yang tidak ternilai, dan oleh sebab itu ia selalu ingin membagikannya kepada siapa saja. Sebagai ahli ilmu berdoa, Kiplik yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Guru Kiplik mengembara untuk mengajarkan ilmunya kepada orang banyak , agar mereka dapat berdoa dengan benar seperti dirinya, dan mencapai kebahagiaan seperti dirinya pula. Banyak orang percaya dan merasakan kebenaran pendapat Guru Kiplik, serta menjadi pengikutnya.
Sebagai seorang ahli berdoa, Guru Kiplik menyangsikan kebenaran sebuah dongeng lama, bahwa siapa pun yang berdoa dengan benar akan mampu berjalan di atas air. Menurut Guru Kiplik dongeng itu hanyalah perlambang untuk menegaskan kebebasan jiwa yang akan diperoleh siapa pun yang berdoa dengan benar.
Suatu ketika, Guru Kiplik mengembara ke sebuah pulau terisolir di tengah sebuah danau yang sangat luas. Pulau itu subur makmur sehingga penghuninya tidak perlu keluar pulau untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Guru Kiplik mendapati sembilan orang penduduk pulau tersebut yang rajin bekerja dan tidak putus-putusnya berdoa. Namun cara berdoa yang mereka lakukan ternyata salah di mata Guru Kiplik. Untuk itu ia merasa terpanggil mengubah cara berdoa mereka yang salah tersebut, sebab menurutnya cara berdoa penduduk pulau tersebut justru memohon kutukan bagi diri mereka sendiri. Dengan susah-payah akhirnya Guru Kiplik berhasil mengajari mereka “cara berdoa yang benar”.






Unsur-Unsur  Intrinsik Cerpen  Dodolitdodolitdodolibret

1. Tema
Berdoa dengan benar.
2.  Latar
Kampung, beberapa Negara, Danau, Pulau terpencil.
3.  Sudut  Pandang
Orang ke tiga serba tau , dari paragraf  ini dapat dilihat bahwa orang ketiga mengetahui segala hal  baik kiplik ,maupun pikiran kiplik.
Dapat diketahui dari kalimat :  Kiplik memang bisa membayangkan, bagaimana kebesaran jiwa yang dicapai seseorang setelah mampu membaca do’a secara benar, akan membebaskan tubuh seseorang dari keterikatan duniawi, dan salah satu perwujudannya adalah bisa berjalan di atas air.
4.  Alur
Alur adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita dan pada cerpen dodolitdodolitdodolibret menggunakan alur maju.

Alur meliputi beberapa tahap :

a.       Pengantar : Dalam pengantar ini dijelaskan mengenai  tempat kejadian berlangsung  seperti beberapa kampung, beberapa negara, sebuah danau, dan pulau terpencil. Hal tersebut dibuktikan dari kalimat  “Dari kampung ke kampung, dari kota ke kota, dari lembah ke gunung, dari sungai ke laut, sampai ke negeri-negeri yang jauh, dan di setiap tempat setiap orang bersyukur betapa Guru Kiplik pernah lewat dan memperkenalkan cara berdoa yang benar.” , “Suatu ketika dalam perjalanannya tibalah Guru Kiplik di tepi sebuah danau.”, “Namun, akhirnya ia pun sampai juga ke pulau tersebut. Ternyatalah bahwa pulau sebesar noktah itu subur makmur begitu rupa.”
b.      Penampilan masalah : Penampilan masalah merupakan bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita. Pada cerpen  dodolitdodolitdodolibret masalah berawal ketika ragu akan pesan dari dongeng yang dibacanya yangmenyatakan betapa  siapapun orang yang berdoa dengan benar akan mampu berjalan diatas air.
c.       Klimaks : Masalah dalam cerita sudah sangat gawat.  Dalam cerpen dodolitdodolitdodolibret  diungkapkan dalam kalimat “ Kiplik memang bisa membayangkan bagaimana kebesaran jiwa yang dicapai seseorang setelah mampu membaca doa dengan benar akan mampu membebaskan tubuh seseorang dari keterikatan duniawi dan salah satu keterlibatannya adalah dapat berjalan diatas air”.  Berarti dari kalimat ini dapat dijelaskan bahwa sosok si Kiplik sudah mampu memahami istilah cara berdoa dengan benar akan membebaskan tubuh seseorang dari keterikatan duniawi salah satu perwujudannya adalah dapat berjalan diatas air.
d.      Ketegangan  menurun / antiklimaks :  Masalah telah berangsur-angsur dan dapat diatasi dan kekhawatiran mulai menghilang.  Dalam cerpen ini antiklimaks dijelaskan dalam kalimat “Namun, ia juga sangat sadar sesadar-sadarnya,  pembayangan yang  bagaimanapun betapapun masuk akalnya  istilah betapa siapapun orangnya yang berdoa dengan benar akan mampu  berjalan diatas air, tidak harus berarti akan terwujud sebagai kenyataan dalan pengertian dapat dilihat dengan mata sendiri “,  “dongeng itu hanyalah perlambang (pikirnya). Untuk menegaskan dalam pikiran siapa saja yang berdoa dengan benar,”
e.       Penyelesaian/ resolusi :  Masalah dapat diatasi. Resolusi dari cerita ini ditampilkan pada kejadian ketika Kiplik berlayar ke suatu pulau yang terpencil di tengah danau untuk mengajarkan cara berdo’a dengan benar. Namun dia terkejut karena meskipun pulau tersebut terpencil,  sembilan dari penduduk pulau tersebut bekerja dan berdoa tiada putus-putusnya. Akan tetapi doa yang dilafalkan tidak benar sehingga seolah mereka berdoa dengan memohon kutukan  untuk diri mereka sendiri.
Lalu dengan sabar si Kiplik menuntun mereka untuk berdoa dengan benar,  tetapi mereka selalu salah sehingga Kiplik putus asa. Berkat kesabaran Kiplik yang luar biasa akhirnya kesembilan orang tersebut dapat berdoa dengan benar.
5. Perwatakan:
Tokoh : Kiplik
a. Seseorang yang mempunyai sifat ingin tahu yang besar, ia ingin menyebarkan kebahagiaan untuk sesamanya dengan cara mengajarkan berdoa dengan benar.
b. Sifat pantang meyerah,  hal itu terbukti dari saat ia ingin mengajarkan cara berdoa yang benar kepada orang yang  hidup di pulau yang  jauh ditengah danau.  Dia tidak putus asa dan pantang menyerah walaupun menempuh jarak yang lama dan perjalanan yang cukup berbahaya karena tidak semua kapal dapat mencapai pulau yang sering disebut pulau noktah tersebut.
c. sifat sabar, yang terbukti dalam kesabaran Kiplik yang luar biasa dalam mengajarkan berdoa yang benar kepada kesembilan orang tersebut.
6.  Nilai/ Amanat yang ingin disampaikan dalam cerita :
Pahamilah dan bacalah doa dengan benar karena dengan cara itu maka akan dapat membebaskan tubuh seseorang dari keterikatan duniawi dan mendapatkan kebahagiaan semasa hidupnya.



Sumber: Riau Pos, 11 Desember 2011.

Nama: Desi Rahayu
Kelas : C4
Bhs. Indonesia

1 komentar:

  1. Terima kasih atas jawabannya. Saya dan teman saya sangat terbantu sekali

    BalasHapus